Kenapa Anda kuliah? Kenapa Anda terlambat?, dan kenapa
Anda mendengarkan?.
Jawaban dari pertanyaan tersebut juga tak kalah unik, untuk jawaban siapakah
namamu, jawabannya adalah “belum tentu untuk menuntut ilmu”. Jawaban itu berlaku juga untuk pertanyaan yang serupa.
Alasan penambahan kata “belum tentu”
adalah karena peduli ruang dan waktu. Sebagian manusia sudah tergoda dengan merasa
mengerti. Disini kita tidak menyadari bahwa kita sudah sombong baik terhadap
diri kita maupun orang lain. Permisalan hal kecil adalah ke’aku’an yang tidak
sadar selalu kita ucap dan rasakan.
Mengapa nasib orang berbeda-beda?. Jawaban dari
pertanyaan tersebut adalah membuat anti tesisnya. Jika nasib orang itu berarti
sama seperti halnya dengan malaikat yang tidak ada kehidupan manusia. Di dunia
ini tidak ada sesuatu yang sama termasuk manusia. Bahkan A pun tidak sama
dengan A karena ada A kanan dan A kiri. Kontradiksi merupakan prinsip hidup di
dunia. Dalam diri kita pun terdapat kontradiksi. Dalam kasus ini, mahasiswa
diinstruksikan memegang salah satu anggota tubuh untuk merepresentasikan diri
sendiri. Tetapi penunjukkan kita terhadap salah satu anggota tubuh bersifat
tidak adil terhadap anggota tubuh yang lain. Hal ini juga berarti, tidak ada
satu orang pun yang sama dengan seseorang, semisal Marsigit yang sekarang tidak
sama dengan Marsigit sebelum sekarang. Disini jelas bahwa A tidak sama dengan A karena ruang dan waktu
yang berbeda tersebut. Dalam filsafat, benar artinya sesuai dengan ruang dan
waktu. Salah artinya tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Ruang dan waktu
disini bersifat relatif.Dalam berfilsafat ilmu yang paling tinggi adalah
merasa tidak mengetahui apa pun, seperti yang dikemukan oleh Socrates. Persamaan hanya ada di pikiran
tetapi pada kenyataan hanyalah perbedaan.
Nasihat 4 hal secara menyeluruh yaitu kerjakan apa yang
kau pikirkan, pikirkan apa yang kau kerjakan, doakan apa yang kau pikirkan,
doakan apa yang kau kerjakan. Jika ada seseorang yang mau berpikir tetapi tidak
bekerja menandakan kehampaan. Jika ada seseorang yang mau bekerja tetapi tidak
berpikir menandakan kebutaan. Karena sebenar-benar hidup adalah tidak buta dan
tidak hampa dalam doa.
