Wednesday, October 24, 2018

Kuasa Tuhan

   
Kenapa Anda kuliah? Kenapa Anda terlambat?, dan kenapa Anda mendengarkan?. Jawaban dari pertanyaan tersebut juga tak kalah unik, untuk jawaban siapakah namamu, jawabannya adalah “belum tentu untuk menuntut ilmu”. Jawaban itu  berlaku juga untuk pertanyaan yang serupa. Alasan penambahan kata “belum tentu” adalah karena peduli ruang dan waktu. Sebagian manusia sudah tergoda dengan merasa mengerti. Disini kita tidak menyadari bahwa kita sudah sombong baik terhadap diri kita maupun orang lain. Permisalan hal kecil adalah ke’aku’an yang tidak sadar selalu kita ucap dan rasakan.
Mengapa nasib orang berbeda-beda?. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah membuat anti tesisnya. Jika nasib orang itu berarti sama seperti halnya dengan malaikat yang tidak ada kehidupan manusia. Di dunia ini tidak ada sesuatu yang sama termasuk manusia. Bahkan A pun tidak sama dengan A karena ada A kanan dan A kiri. Kontradiksi merupakan prinsip hidup di dunia. Dalam diri kita pun terdapat kontradiksi. Dalam kasus ini, mahasiswa diinstruksikan memegang salah satu anggota tubuh untuk merepresentasikan diri sendiri. Tetapi penunjukkan kita terhadap salah satu anggota tubuh bersifat tidak adil terhadap anggota tubuh yang lain. Hal ini juga berarti, tidak ada satu orang pun yang sama dengan seseorang, semisal Marsigit yang sekarang tidak sama dengan Marsigit sebelum sekarang. Disini jelas bahwa A tidak sama dengan A karena ruang dan waktu yang berbeda tersebut. Dalam filsafat, benar artinya sesuai dengan ruang dan waktu. Salah artinya tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Ruang dan waktu disini bersifat relatif.Dalam berfilsafat ilmu yang paling tinggi adalah merasa tidak mengetahui apa pun, seperti yang dikemukan oleh Socrates. Persamaan hanya ada di pikiran tetapi pada kenyataan hanyalah perbedaan.
Nasihat 4 hal secara menyeluruh yaitu kerjakan apa yang kau pikirkan, pikirkan apa yang kau kerjakan, doakan apa yang kau pikirkan, doakan apa yang kau kerjakan. Jika ada seseorang yang mau berpikir tetapi tidak bekerja menandakan kehampaan. Jika ada seseorang yang mau bekerja tetapi tidak berpikir menandakan kebutaan. Karena sebenar-benar hidup adalah tidak buta dan tidak hampa dalam doa.

No comments:

Post a Comment

UPAYA MEMBANGUN PEMAHAMAN DAN TEORI FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA

UPAYA MEMBANGUN PEMAHAMAN FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA Prof. Dr. Marsigit, M. A, Amalia Nur Rachman A.     Latar Belakang Manu...