Determin adalah menjatuhkan sifat
kepada yang lain. Maka sebenar-benarnya hidup adalah determin. Tak akan ada
hidup jika tidak jatuh pada. Tujuan hidup itu, pada hakikatnya jatuh pada atau
determin. Maka lahirlah paham determinisme. Orang yang suka menjatuhkan sifat.
Itu tadi
determin, tak sehat.
Wadaw terkejut,
jadi filsafat itu
sama seperti orang
jawa itu keterkejutan, kaget,
ketidak pahaman itu musuh filsafat. Orang jawa mementingkan harmoni, hidup itu
harmoni. Determin itu seperti suka dunia itu seperti diriku nah itu namanya
determin, itu ego. Menunjuk itu determin, determin itu jatuhnya suatu sifat ke
sifat yang lain. Dunia itu ya seperti itu aja. Eh kamu memandang kepada saya,
berarti kamu sedang menjatuhkan sifat kepada saya. Tuhan menjatuhkan sifatnya yang
Ar-Rahman dan Ar-Rohim maka
terciptalah dunia ini. Jatuhnya oksigen ke darah itu determin, persis
seperti engkau melihat saya dalam filsafat kedudukannya sama dengan gempa bumi
di Palu. Maha Determin itu Allah SWT.
Determin dalam ilmu
sosial itu otoriter,
orang yang otoriter
itu keliatan dari
raut wajahnya, ya jelas orang wajahnya merengut. Maka, determin itu ada
berjenjang, maka godaan yang paling besar pada pejabat adalah determin. Di
dalam jawa, pewayangan, pasti seorang raja pun
begitu mana ada
melihat rajanya menengadahkan
wajah lansung melihat
rajanya, itu namanya determin yg
salah. Tergesa-gesa/terkejut/cepat,
kalau orang jawa setara dengan ojo ngege ngoso atau dalam bahasa indonesia jangan mendahului kehendak Tuhan (bisa dengan
cara menolak/merebut)
Apa itu lupa
? Terkait dengan masalah ‘lupa’. Lupa
merupakan penyesuaian ruang dan waktu. Terjadinya lupa bila terputusnya pikiran
dan realita. Sebenar-benarnya hidup adalah di atas pikiran dan realita. Bahkan
mungkin realita adalah bayangan diri kita. Di dalam pikiran, terdapat banyak logika
sampai tak terhingga. Logika merupakan konsep- konsep yang terhubung dalam diri
kita yang mempunyai bayangan. Bayangan tersebut dapat berasal dari mana pun.
Salah satunya dari trans, trans adalah sesuatu yang tidak kita ketahui tetapi
berpengaruh terhadap diri kita. Banyak hal yang menjadi contoh trans, semisal
kejadian ekonomi global, kita
tidak mengetahui apa
yang terjadi sebenarnya
tetapi kita terkena dampaknya.
Pikiran akan terus
bekerja seiring berjalannya waktu. Ketika usia sudah lanjut, maka pikiran akan
teringat masa lampau tentang kejadian atau rutinitas yang dialaminya. Disinilah bukti bahwa logika
masih berjalan. Terkadang ada bayang-bayang yang muncul tetapi sebenarnya itu
tidak nyata atau terkadang salah
mengimajinasikan bayangan. Hal tersebut disebabkan oleh logika yang masih
berjalan yang berkaitan dengan memori.
Filsafat
bekerja dalam kehidupan dengan mengerjakan apa yang kau pikirkan dan pikirkan
apa yang kau kerjakan. Doakan apa yang kau pikirkan, doakan apa yang kau
kerjakan.
Tesis itu semua yang ada secara filsafat. Semua adalah tesis dan
di luar semua yang ada adalah anti tesis. Semisal, saya adalah anti tesis air.
Begitu juga sebaliknya. Pembahasan tesis dan antithesis menimbulkan sintesis
Manusia yang
sebenar-benarnya hidup adalah sesuai ruang dan waktu. Saya ada dan hidup di
sini sekarang, namun tidak di tempat lain ataupun di waktu lain
Bayangan bergantung pada pikiran dan
rasa. Seperti halnya pikiran memuat hal yang ada dan mungkin ada. Begitu juga
dengan rasa yang ada dan mungkin ada. Pikiran tidak akan mampu menjelaskan
semua rasa. Sehebat – hebat kalimatku/ perkataan tidak bisa mengejar pikiran.
Sehebat – hebat tulisan tidak bisa mengejar ucapan. Sehebat – hebat tindakan
tidak melaksanakan semua tulisan. Kita tidak bisa mengejar segalanya dengan
penuh, apalagi spiritual. Jangan mencoba
untuk bermain pikiran dalam hal spiritual. Tuhan merupakan sebab pertama dan
utama. Kita harus berada pada jalur yang benar agar terhindar dari ancaman
kematian. Yang dimaksud ancaman kematian adalah kemunafikan atas tidak mengakui
keTuhanan
No comments:
Post a Comment