Tuesday, November 6, 2018

Bayangan


Determin adalah menjatuhkan sifat kepada yang lain. Maka sebenar-benarnya hidup adalah determin. Tak akan ada hidup jika tidak jatuh pada. Tujuan hidup itu, pada hakikatnya jatuh pada atau determin. Maka lahirlah paham determinisme. Orang yang suka menjatuhkan sifat.
            Itu  tadi  determin,  tak  sehat.  Wadaw  terkejut,  jadi  filsafat  itu  sama  seperti  orang  jawa  itu keterkejutan, kaget, ketidak pahaman itu musuh filsafat. Orang jawa mementingkan harmoni, hidup itu harmoni. Determin itu seperti suka dunia itu seperti diriku nah itu namanya determin, itu ego. Menunjuk itu determin, determin itu jatuhnya suatu sifat ke sifat yang lain. Dunia itu ya seperti itu aja. Eh kamu memandang kepada saya, berarti kamu sedang menjatuhkan sifat kepada saya. Tuhan menjatuhkan sifatnya  yang  Ar-Rahman dan Ar-Rohim maka  terciptalah dunia ini. Jatuhnya oksigen ke darah itu determin, persis seperti engkau melihat saya dalam filsafat kedudukannya sama dengan gempa bumi di Palu. Maha Determin itu Allah SWT.  Determin  dalam  ilmu  sosial  itu  otoriter,  orang  yang  otoriter  itu  keliatan  dari  raut wajahnya, ya jelas orang wajahnya merengut. Maka, determin itu ada berjenjang, maka godaan yang paling besar pada pejabat adalah determin. Di dalam jawa, pewayangan, pasti seorang raja pun  begitu  mana  ada  melihat  rajanya  menengadahkan  wajah  lansung  melihat  rajanya,  itu namanya determin yg salah.  Tergesa-gesa/terkejut/cepat, kalau orang  jawa setara dengan ojo ngege ngoso atau dalam bahasa indonesia  jangan mendahului kehendak Tuhan (bisa dengan cara menolak/merebut)
            Apa itu lupa ?  Terkait dengan masalah ‘lupa’. Lupa merupakan penyesuaian ruang dan waktu. Terjadinya lupa bila terputusnya pikiran dan realita. Sebenar-benarnya hidup adalah di atas pikiran dan realita. Bahkan mungkin realita adalah bayangan diri kita. Di dalam pikiran, terdapat banyak logika sampai tak terhingga. Logika merupakan konsep- konsep yang terhubung dalam diri kita yang mempunyai bayangan. Bayangan tersebut dapat berasal dari mana pun. Salah satunya dari trans, trans adalah sesuatu yang tidak kita ketahui tetapi berpengaruh terhadap diri kita. Banyak hal yang menjadi contoh trans, semisal kejadian ekonomi  global,  kita  tidak  mengetahui  apa  yang  terjadi  sebenarnya  tetapi  kita  terkena dampaknya.
            Pikiran akan terus bekerja seiring berjalannya waktu. Ketika usia sudah lanjut, maka pikiran akan teringat masa lampau tentang kejadian atau rutinitas  yang dialaminya. Disinilah bukti bahwa logika masih berjalan. Terkadang ada bayang-bayang yang muncul tetapi sebenarnya itu tidak nyata  atau terkadang salah mengimajinasikan bayangan. Hal tersebut disebabkan oleh logika yang masih berjalan yang berkaitan dengan memori. 
Filsafat bekerja dalam kehidupan dengan mengerjakan apa yang kau pikirkan dan pikirkan apa yang kau kerjakan. Doakan apa yang kau pikirkan, doakan apa yang kau kerjakan. 
Tesis itu semua yang ada secara filsafat. Semua adalah tesis dan di luar semua yang ada adalah anti tesis. Semisal, saya adalah anti tesis air. Begitu juga sebaliknya. Pembahasan tesis dan antithesis menimbulkan sintesis
Manusia yang sebenar-benarnya hidup adalah sesuai ruang dan waktu. Saya ada dan hidup di sini sekarang, namun tidak di tempat lain ataupun di waktu lain
Bayangan bergantung pada pikiran dan rasa. Seperti halnya pikiran memuat hal yang ada dan mungkin ada. Begitu juga dengan rasa yang ada dan mungkin ada. Pikiran tidak akan mampu menjelaskan semua rasa. Sehebat – hebat kalimatku/ perkataan tidak bisa mengejar pikiran. Sehebat – hebat tulisan tidak bisa mengejar ucapan. Sehebat – hebat tindakan tidak melaksanakan semua tulisan. Kita tidak bisa mengejar segalanya dengan penuh, apalagi spiritual.  Jangan mencoba untuk bermain pikiran dalam hal spiritual. Tuhan merupakan sebab pertama dan utama. Kita harus berada pada jalur yang benar agar terhindar dari ancaman kematian. Yang dimaksud ancaman kematian adalah kemunafikan atas tidak mengakui keTuhanan

No comments:

Post a Comment

UPAYA MEMBANGUN PEMAHAMAN DAN TEORI FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA

UPAYA MEMBANGUN PEMAHAMAN FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA Prof. Dr. Marsigit, M. A, Amalia Nur Rachman A.     Latar Belakang Manu...