Banyak
filosofi dalam pementasan tersebut, salah satunya adalah hidup itu banyak
godaan. Kita harus dapat menahan godaan agar bisa tetap survive. Dalam kehidupan juga pasti menemukan keburukan yang
melawan kebaikan. Kita tidak boleh tergoda oleh keburukan semisal tergoda oleh
rasa malas, kecantikan, kedudukan maupun kebohongan dan keburukan lainnya yang
akan membawa kita pada akibat buruk.
Adapun
beberapa nasihat jawa dalam ketoprak tersebut, yaitu sak bejo-bejone wong lali, isih bejo wong eling lan waspada. Artinya
jika kamu merasa menjadi orang yang paling beruntung tetapi kalau beruntungnya
karena menipu, lebih beruntung orang yang untungnya sedikit tetapi jujur.
Nasihat selanjutnya, nek arep golek banyu
yo goleke wadah yang artinya barang siapa yang mempunyai cita cita maka
harus bekerja keras. Kita harus berusaha mengejar cita cita melalui kebaikan,
jangan goyah akan godaan keburukan.
Filsafat
itu seperti dunia, setiap hal yang ada di dunia itu ada filsafatnya. Dan
filsafat itu adalah dirimu sendiri. Sebenar benarnya filsafat adalah pikiran.
Tetapi kita harus mempunyai prinsip dalam belajar filsafat harus tetap dalam jalurnya. Filsafat itu
menimbulkan risau dalam pikiran, jika risau dalam hati itu harus dikembalikan kepada
Allah SWT.
Prinsip belajar yang diterapkan
adalah belajar kapanpun dan dimanapun, sehingga mahasiswa difasilitasi kuliah
online yang tersedia di blog beliau yang mempunyai banyak link artikel untuk dibaca dan dipelajari. Adab-adab yang perlu di
perhatikan dalam menempuh perkuliahan filsafat, yang pertama adalah kesiapan
dalam mempelajari topik yang hard and
soft ( menjurus ke arah spiritual ). Disini kita sebagai mahasiswa harus
meneguhkan keyakinan sesuai kepercayaan / agama masing-masing karena kuliah
filsafat level paling tinggi adalah mempelajari tentang pola pikir, yang
berkaitan dengan Tuhan / aspek spiritualitas..
Dalam kuliah filsafat,
tidak jelas itu perlu, tidak bisa itu benar, salah itu benar, dan tidak jelas
itu penting. Itulah beda dan anehnya belajar matematika dengan belajar filsafat.
Belajar matematika berawal dari yang berantakan / abstrak menjadi jelas dan
solid di akhir, sedangkan belajar filsafat diawali dari yang solid dan jelas
menjadi berantakan di akhir, jadi kita harus menyiapkan diri kita untuk kacau
dalam pikiran tetapi jangan kacau di dalam hati karena kacau di dalam pikiran
adalah awal dari pengetahuan
No comments:
Post a Comment