Tuesday, November 6, 2018

Filsafat, pengetahuan pikiran


Banyak filosofi dalam pementasan tersebut, salah satunya adalah hidup itu banyak godaan. Kita harus dapat menahan godaan agar bisa tetap survive. Dalam kehidupan juga pasti menemukan keburukan yang melawan kebaikan. Kita tidak boleh tergoda oleh keburukan semisal tergoda oleh rasa malas, kecantikan, kedudukan maupun kebohongan dan keburukan lainnya yang akan membawa kita pada akibat buruk.
Adapun beberapa nasihat jawa dalam ketoprak tersebut, yaitu sak bejo-bejone wong lali, isih bejo wong eling lan waspada. Artinya jika kamu merasa menjadi orang yang paling beruntung tetapi kalau beruntungnya karena menipu, lebih beruntung orang yang untungnya sedikit tetapi jujur. Nasihat selanjutnya, nek arep golek banyu yo goleke wadah yang artinya barang siapa yang mempunyai cita cita maka harus bekerja keras. Kita harus berusaha mengejar cita cita melalui kebaikan, jangan goyah akan godaan keburukan.
Filsafat itu seperti dunia, setiap hal yang ada di dunia itu ada filsafatnya. Dan filsafat itu adalah dirimu sendiri. Sebenar benarnya filsafat adalah pikiran. Tetapi kita harus mempunyai prinsip dalam belajar filsafat  harus tetap dalam jalurnya. Filsafat itu menimbulkan risau dalam pikiran, jika risau dalam hati itu harus dikembalikan kepada Allah SWT.
Prinsip belajar yang diterapkan adalah belajar kapanpun dan dimanapun, sehingga mahasiswa difasilitasi kuliah online yang tersedia di blog beliau yang mempunyai banyak link artikel untuk dibaca dan dipelajari. Adab-adab yang perlu di perhatikan dalam menempuh perkuliahan filsafat, yang pertama adalah kesiapan dalam mempelajari topik yang hard and soft ( menjurus ke arah spiritual ). Disini kita sebagai mahasiswa harus meneguhkan keyakinan sesuai kepercayaan / agama masing-masing karena kuliah filsafat level paling tinggi adalah mempelajari tentang pola pikir, yang berkaitan dengan Tuhan / aspek spiritualitas..
Dalam kuliah filsafat, tidak jelas itu perlu, tidak bisa itu benar, salah itu benar, dan tidak jelas itu penting. Itulah beda dan anehnya belajar matematika dengan belajar filsafat. Belajar matematika berawal dari yang berantakan / abstrak menjadi jelas dan solid di akhir, sedangkan belajar filsafat diawali dari yang solid dan jelas menjadi berantakan di akhir, jadi kita harus menyiapkan diri kita untuk kacau dalam pikiran tetapi jangan kacau di dalam hati karena kacau di dalam pikiran adalah awal dari pengetahuan

No comments:

Post a Comment

UPAYA MEMBANGUN PEMAHAMAN DAN TEORI FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA

UPAYA MEMBANGUN PEMAHAMAN FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA Prof. Dr. Marsigit, M. A, Amalia Nur Rachman A.     Latar Belakang Manu...